
Pada hari Senin, 25 Agustus 2025, Universitas Darma Persada (UNSADA) bersama Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Jepang (PERSADA) menerima kunjungan kehormatan dari Dewan Kota Nagoya dan juga Deputi Direktur J-Clair Singapore. Pertemuan yang berlangsung dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB ini diisi dengan rangkaian agenda yang mencakup perkenalan dan presentasi dari pihak UNSADA dan PERSADA, paparan dari tamu Dewan Kota Nagoya, serta diskusi kerja sama di berbagai bidang strategis.
Acara dibuka dengan sambutan perkenalan mengenai UNSADA dan PERSADA. UNSADA yang saat ini memiliki sekitar 3.000 mahasiswa aktif, menegaskan peran pentingnya dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di bidang bahasa Jepang, teknik, dan manufaktur. Dari jumlah tersebut, sekitar 700 mahasiswa tercatat sedang menempuh studi di Program Studi Bahasa Jepang (S1 dan D3). UNSADA juga menyoroti keberhasilan program magang, di mana enam mahasiswa telah mengikuti program magang — lima di Jepang dan satu di Jakarta. Selain itu, dua mahasiswa telah diberangkatkan melalui program pertukaran ke Jepang.
PERSADA, sebagai organisasi yang menaungi alumni Jepang di Indonesia sejak 1963, turut menyampaikan perjalanan panjangnya. Pada dekade 1970-an, PERSADA aktif dalam pertukaran budaya melalui kegiatan ikebana, tari Jepang, hingga turnamen golf, serta berpartisipasi dalam General Assembly ASCOJA setiap dua tahun. Puncak kontribusi PERSADA tercermin pada tahun 1986, dengan berdirinya UNSADA yang memiliki fakultas Teknik, Sastra, Ekonomi, dan Perkapalan. Sejak itu, kegiatan seperti lomba pidato bahasa Jepang, pameran studi, hingga seminar monozukuri terus digelar untuk memperkuat hubungan pendidikan dan budaya Indonesia–Jepang.

Selain itu, pihak Dewan Kota juga menegaskan pentingnya kerja sama dalam menghadapi tantangan demografi. “Jepang saat ini menghadapi penurunan populasi, sementara Indonesia memiliki populasi besar dengan energi muda yang luar biasa. Ini peluang besar untuk saling melengkapi,” tambahnya.
UNSADA menanggapi hal tersebut dengan optimisme. “UNSADA berkomitmen untuk terus mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga siap berkontribusi dalam dunia kerja, baik di Indonesia maupun di Jepang,” ungkap perwakilan UNSADA dalam forum. UNSADA menegaskan arah masa depan dengan visi menjadi universitas unggul berciri khas Jepang. Misi ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas dosen, reformasi manajemen, serta digitalisasi.
Dukungan konsorsium 11 universitas Jepang yang tergabung melalui JAPINDA juga menjadi fondasi penting dalam pengembangan jurusan bahasa Jepang, tata kelola universitas, hingga pendirian perpustakaan Jepang dengan bantuan Komaru Transportation Foundation. Selain itu, berbagai program prioritas seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, seminar monozukuri, hingga job fair Jepang–Indonesia akan terus diperluas.
Pertemuan ini ditutup dengan penegasan komitmen bersama. UNSADA dan PERSADA bertekad untuk terus menjadi pusat pertukaran pendidikan, budaya, dan industri antara Indonesia–Jepang. “Harapan kami, hubungan Nagoya–Indonesia semakin erat di masa depan, terutama melalui pendidikan dan industri,” tutup perwakilan Dewan Kota Nagoya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju hubungan yang lebih kuat dan berkelanjutan, mempertemukan nilai-nilai monozukuri (pembuatan) dan hitozukuri (pembentukan SDM) demi mencetak generasi unggul di kedua negara