logo unsada-putih (1)
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianJapanese

Pelaporan Program Pertukaran Pelajar UNSADA di Jepang

Pelaporan Program Pertukaran Pelajar UNSADA di Jepang

   Pelaporan Program Pertukaran Pelajar UNSADA di Jepang

Pada Jumat, 9 Januari 2026, Universitas Darma Persada (UNSADA) menyelenggarakan kegiatan Pelaporan Program Pertukaran Pelajar di Jepang di Ruang Sasana Wiyata, Gedung Rektorat UNSADA, sebagai bagian dari proses evaluasi dan dokumentasi hasil pembelajaran mahasiswa yang mengikuti program mobilitas internasional. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus wadah berbagi pengalaman bagi mahasiswa yang telah menjalani studi dan aktivitas budaya di Jepang.

Program ini diikuti oleh tiga mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Jepang, yaitu Iantama Sava Suryaputra (2022110024) dan Eashaa Nafaretta Aidi (2022110171) yang mengikuti program pertukaran di Kanto Gakuin University, Yokohama, Jepang selama enam bulan pada periode Juli hingga Desember 2025, serta Sarah Hanifa Sofyan (2022110131) yang mengikuti program Japanese Studies MEXT Scholarship selama satu tahun akademik 2024 sampai 2025 di Universitas Kyoto.

Sarah Hanifa Sofyan merupakan penerima beasiswa Japanese Studies MEXT yang diberikan oleh Ministry of Education, Culture, Sports, Science, and Technology Jepang kepada mahasiswa asing yang mempelajari bahasa dan budaya Jepang. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di Jepang, memperdalam kemampuan bahasa Jepang, serta memahami budaya dan masyarakat Jepang melalui pengalaman akademik dan sosial.

Selama mengikuti program tersebut, Sarah menempuh berbagai mata kuliah, antara lain Academic Japanese Reading, Academic Japanese Writing, Academic Japanese Presentation, praktik pengajaran bahasa Jepang, pengantar bahasa Jepang, bimbingan penelitian akhir, prosa dan puisi Jepang, sejarah bahasa Jepang, masalah sosial Jepang masa kini, masyarakat Jepang, ekonomi Jepang, serta pendidikan Jepang. Ia menyampaikan bahwa sistem perkuliahan di Jepang menuntut kedisiplinan tinggi dan kemampuan berpikir kritis dalam penggunaan bahasa Jepang secara akademik.

“Awalnya terasa sangat sulit karena saya harus mengikuti kelas bersama mahasiswa Jepang, tetapi dari situ saya belajar untuk lebih percaya diri dan berani menggunakan bahasa Jepang dalam konteks akademik,” ujarnya.

Selain kegiatan perkuliahan, Sarah juga mengikuti berbagai kegiatan budaya, seperti kunjungan ke Nara Park, menonton Kabuki dan Nōgaku, pembuatan wagashi, Festival Kurama, serta kunjungan ke Arashiyama, Ise Grand Shrine, Tōdai-ji, dan Kantor Koran Sankei. Ia juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti beradaptasi dengan lingkungan internasional, proses administrasi, serta penyusunan penelitian akhir, yang justru memperkuat kemandirian dan daya juangnya.

Sementara itu, Iantama dan Eashaa mengikuti program pertukaran di Kanto Gakuin University sebagai program satu semester dengan sembilan peserta dari berbagai latar belakang. Mereka mengikuti kelas bahasa Jepang dan bahasa Inggris, serta berbagai kegiatan budaya seperti Ocha Taiken, pembuatan wagashi, Kimono Taiken, dan kunjungan ke tim bisbol di Kota Hirakami. Melalui program homestay, mereka tinggal bersama keluarga Jepang dan terbiasa menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari.

“Karena keluarga angkat tidak menggunakan bahasa Inggris, kami benar-benar terbiasa menggunakan bahasa Jepang setiap hari, sehingga kemampuan kami meningkat dengan cepat,” ungkap Iantama.

Melalui kegiatan pelaporan ini, UNSADA menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program pertukaran pelajar sebagai bagian dari penguatan kompetensi global mahasiswa, baik dari sisi akademik, budaya, maupun kesiapan berinteraksi di lingkungan internasional.

Recent Posts

Follow Us

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on linkedin

QUICK LINKS

Weekly Newsletter

© All rights reserved Darma Persada University

Butuh Informasi ? Chat dengan kami
Kirim Pesan
Terima kasih telah menghubungi kami, silahkan ajukan informasi apa yang mau anda tanyakan