Diskusi Kelompok Terarah: Upaya Meningkatkan Capaian IKU 6 di Universitas Darma Persada

Universitas Darma Persada menyelenggarakan kegiatan Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) dengan tema “Meningkatkan Nilai IKU 6” pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 09.00–11.30 WIB, bertempat di Ruang Sasana Wiyata. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, dosen, serta perwakilan program studi sebagai bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan kinerja institusi, khususnya pada Indikator Kinerja Utama (IKU) 6.
Dalam amanatnya, Rektor Universitas Darma Persada, Bapak Agus Salim Dasuki, menyampaikan bahwa IKU merupakan instrumen penting dalam mengukur kinerja perguruan tinggi. Secara khusus, IKU 6 yang berkaitan dengan kemitraan program studi dengan dunia usaha, dunia industri, serta mitra dalam dan luar negeri menjadi tantangan sekaligus peluang dalam meningkatkan relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, capaian IKU 6 di Universitas Darma Persada masih memerlukan perhatian lebih. Hal ini terjadi meskipun kerja sama yang telah terjalin, baik di tingkat nasional maupun internasional, terbilang cukup banyak. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat dalam mengelola dan mengimplementasikan kerja sama tersebut agar dapat berkontribusi secara optimal terhadap pencapaian IKU 6.
Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi sivitas akademika untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret dan implementatif. Rektor juga menyampaikan harapan agar melalui kegiatan ini dapat dihasilkan strategi yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di masing-masing program studi dan unit kerja. Dengan sinergi dan komitmen bersama, peningkatan capaian IKU 6 diharapkan dapat terwujud secara signifikan.

Pada kesempatan yang sama, narasumber, Ibu Ayu Larasati dari Universitas Esa Unggul, memaparkan materi terkait pengelolaan dan pelaporan kerja sama sebagai salah satu faktor kunci dalam pencapaian IKU 6. Ia menjelaskan bahwa pada saat proses akreditasi, data kerja sama harus terdokumentasi dengan baik agar dapat langsung digunakan oleh program studi tanpa harus mengambil data secara terpisah dari bagian kerja sama.
Ia juga menekankan bahwa bagian kerja sama memiliki peran strategis dalam mengelola dokumen kerja sama, yang saat ini mencakup sekitar 80% dari keseluruhan dokumen, baik Perjanjian Kerja Sama (PKS) maupun dokumen lainnya. Sementara itu, fakultas dan program studi berperan sebagai pelaksana kegiatan, dengan dukungan penuh dari bagian kerja sama dalam hal administrasi dan dokumentasi.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa mulai tahun 2024 terdapat kebijakan baru, yaitu setiap Implementation Agreement (IA) wajib disertai dengan laporan kerja sama. Tanpa adanya laporan tersebut, dokumen tidak dapat diterima dalam sistem penilaian. Selain itu, sejak tahun 2023, penilaian lebih menitikberatkan pada PKS/Memorandum of Agreement (MoA) dan IA, sementara Memorandum of Understanding (MoU) tidak lagi menjadi komponen utama dalam penilaian.
Dalam paparannya, Ibu Ayu juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan kerja sama harus terdokumentasi dan dilaporkan secara resmi. Banyaknya kerja sama tidak akan memberikan dampak terhadap capaian IKU apabila tidak disertai dengan laporan yang valid. Oleh karena itu, setiap kegiatan yang termasuk dalam kriteria IKU perlu segera didokumentasikan, dilengkapi dengan ruang lingkup yang jelas, luaran yang terukur, serta bukti pelaksanaan, seperti berita acara atau laporan kegiatan.


Sebagai contoh, kegiatan seminar atau kuliah umum tidak secara otomatis masuk dalam penilaian IKU. Agar dapat dihitung, kegiatan tersebut perlu diklasifikasikan sebagai praktisi mengajar atau bentuk kerja sama lain yang sesuai dengan indikator IKU. Selain itu, pada kegiatan magang, durasi minimal yang diakui adalah empat bulan, dengan dokumen pendukung berupa laporan dan sertifikat dari mitra.
Dengan demikian, strategi peningkatan IKU 6 tidak hanya bergantung pada jumlah kerja sama yang terjalin, tetapi juga pada kualitas implementasi, kelengkapan dokumen, serta konsistensi pelaporan. Melalui pengelolaan yang terintegrasi dan koordinasi yang kuat antara fakultas, program studi, dan bagian kerja sama, Universitas Darma Persada optimistis dapat meningkatkan capaian IKU 6 secara berkelanjutan.



